Dalam usus
terjadi proses pencernaan akhir, artinya semua zat yang masih bermolekul ganda
atau masih berantai panjang akan dirombak menjadi zat yang labih sederhana yang
umumnya bermolekul tunggal. Zat ini baru akan diabsorbsi dalam usus. Dalam
proses ini jejunum. Doedenum dan ileum mempunyai fungsi yang hamper sama.
Sedikit perbedaan ialah pada jumlah kelenjar yang terdapat didalam bagian2 usus
halus tersebut. Sepanjang usus halus terdapat banyak kelenjarBrunner yang terletak pada puncak kelenjar
mucosa. Pada bagian ujung belakang jejunum, semakin ke belakang semakin jarang,
sehingga akhirnya pada ujung belakang ileum sangat jarang.
Didalam doedenum
berbagai zat makanan yang bebrbentuk “chime” dicampur dengan bahan-bahan yang
berasal dari kelenjar pancreas dan empedu. Didalam duodenum terjadi proses
netralisasi asam lambung dan proses pengaturan keseimbangan air dengan
elektrolit antara lumen usus dengan dinding sel usus sehingga absorbs Fe, Ca,
glukosa dan asam-asam amino dapat diselenggrakan dengan lancer.
Jejunum
mempunyai sifat yang khas yaitu adanya lipatan-lipatan kerkring yang disebut
valvulae conniventes. Bagian ini merupakan bagian terpenting dalam pasai chime
sepanjang usus, karena lipatan kerkring ini merupakan tonjolan halus (villi)
yang dalam keadaan normal bergerak menyapu kearah belakang. Dengan adanya
lipatan ini maka permukaan usus menjadi 3x lipat sehingga proses absorbs sangat
efisien. Di dalam jejunum zat makanan dibuat homogen dan dicampur dengan enzim
usus halus, sehingga zat makanan siap serap lebih banyak. Dalam bagian ini
diabsorbsi glukosa, asam amino dan lemak.
Ileum ileum
mempunyai sifat lain yakni mempunyai daya peristaltic yang kuat seperti gerakan
cacing dan membentuk segment-segment. Segment2 ileum dapat melebar dan
menyempit sehingga chime usus menjadi homogeny dan lebih didorong ke belakang.
Dalam bagian ini diabsorbsi vitamin B12, asam empedu, dan sisa2 asam amino dan
lemak yang belum terserap. pH sepanjang usus berbeda-beda karena bervariasinya
sekreta yang masuk ke dalam lambung dan usus dank arena bakteri dan colon
sering masuk ke dalam usus halus dan mempengaruhi reaksi kimia dalam usus.
Mukosa usus
seperti dikemukakan sebelumnya terlibat dalam sekeresi cairan usus dan absorbs
zat makanan. Ciran yang dihasilkan oleh usus disebut “succus entericus” yang
diproduksi oleh kelnjar2 usus yang bertebaran sepanjang usus dan submukosa
dalam doedenum. Cairan usus disekresikan karena adanya rangsangan sebuah
hormone yang disebut enterocrinin. Kelenjar2 yang terdapat dalam mukosa usus
antara lain crypt of liberkuhn dan kelenjar Bruner. crypt of liberkuhn terdiri
atas sel epitel, sel mucus, dan sel paneth yang mengasilkan sekreta yang berisi
enzim dan hormone. Sel-sel epithel pada villi terdiri atas sel-sel berbentuk
tiang (columnar) mempunyai pinggiran berbulu-bulu dan mengandung sel-sel goblet
yang mensekresikan mucus. Fungsi mucus dalam usus yaitu untuk melindungi usus
ialah untuk melindungi usus dari gesekan dengan bahan yang keras hamper serupa
fungsi oli dalam suatu motor gerak. Sel-sel mukoss usus selalu mengalami
keausan, sehingga diperbarui melalui proses mitosis. Pada saat terjadi
pembaharuan, maka sl-sl lama crypt of liberkuhn secara kontinyu bermigrasi dari
dasar crypt menuju permukaan Karen terdesak sel baru dari dasar mukosa.
Kelenjar Bruner terdiri atas sel-sel yang hamper sama dengan sel-sel parietal
dan sel-sel peptic dalam lambung.
Dalam proses
absorbs yang sangat berperan adalah adsnya villus yang merupan unit struktur
dalam proses absorbs. Vili ini terdapat hamper diseluruh dari bagian-bagian
dari unit deudenum dan sangat jelas. Selain itu terdapat pula dibagian proximal
atau bagian depan jejunum dan semakin kebelakang semakin berangsur semakin
bekurang sampai akhirnya sangat jarang pada ileum. Di dalam doedenum vili ini
berbentuk claver dan dalam jejunum berbentuk jari.
Setia villus
ditutup oleh sel-sel epithel yang diantaranya terdapat sel-sel goblet. Villi
dipisahkan dari crypt of liberkuhn dibagian dasr oleh sel-sel Peneth. Sel-sel
paneth berisi granula-granula sekretori. Yang disebut argentaffine. Sel-sel ini
erat kaitanya dengan metabolism serotonin. Setiap villus mengandung satu
arteriola dn satu venula dan saluran limfatik yang di sebut lacteal.
2.Cairan
usus dan fungsi fisiologisnya.
Salah satu
karakteristik usus halus adalah menghasilkan cairan yang disebut dengan succus
entericus yang mempunyai fungsi fisiologis mencerna, menjaga usus halus dari
gesekan dan menentukan pH, konsistensi dan laju makanan dalam usus. Di dalam
cairan ini terdapat sejumlah hormone, enzim dan cairan lain antara lain caiaran
kental semacam pelican yang disebut mucus, selain itu terdapat banyak
elektrolit (chloride, bikarbonat, fosfat).
3.Hormone
usus dan fungsinya
Usus halus telah
diketahui mensekresiakan banyak hormone pencernaan. Diantara sejumlah hormone
yang telah diketahui, beberapa buah sudah dapat dimurnikan, bahkan telah di
sintesis untuk keperluan pengobatan. Percobaan2 engan hormon murni ini telah
mengungkapkan berbagai fungsi-fungsi hormon2 tersebut dalam proses pencernaan.
Sapai saat ini hormone yang sudah diketahui disekresikan oleh kelenjar2 usus
adalah enterogastrone, gastrin, sekretin, pancreozymin, cholecystoknin,
duokrinin, villikinin, enterocrinin, saerulein, motilin dan beberapa lainnya
yang masih merupakan hipotesis. Fungs hormone dari masing-masing hormone diatas
secara garis besar adalah :
a.Enterogastrone
Enterogastrone berfungsi menghambat gerakan apabila
duodenum sudah banyak menerima makanan dari lambung, bila duodenum penuh, maka
sejumlah hormone enterogastrone diproduksi. Hormone in masuk ke dalam darah dan
menyebar ke seluruh tubuh. Sebagian dari hormone tersebut sampai sel-sel
lambung dan menghambat gerakan lambung, sehingga pemompaan makanan terhenti.
b.Gastrin
Sesungguhnya gastrin adalah hormone yang dihasilkan
oleh sel-sel yang disebut sel G yang terdapat pada dinding lateral kelenjar
bagian antrum mukosa lambung. Namun usus halus juga ternyata menghasilkan
hormone gastrin dalam jumlah yang cukup berarti.
c.Sekretin
d.Pancreozymin
e.Cholecystokinin
f.Duokrinin yang dibentuk dalam duodeneum yang
diduga kerjanya menstimuler kelenjar brunner.
g.Vilikinin yang menyebabkan kontraksi dan
relaksasi villi.
h.Enterocrinin yang menstimulir produksi cairan
usus.
4.Enzim
usus
·Amylase. Enzim ini merupakan enzyme amylase yang
ketiga di dalam alat pencernaan setelah ptyalin dan amylase pancreas dan
bekerja terhadap pati.
·Enterokinase. Yaitu enzim yang berperan dalam
mengaktifkan tripsinogen dan mengubahnya menjadi tripsin.
·Peptidase termasuk aminopolypeptidase,
dipeptidase, dan tripeptidase. Kesemuanya penting dalam memecah dalam bebrbagai
persenyawaan peptide berasal dar degedrasi protein menjadi asam2 amino yang diserap
usus. Enzim-enzim ini diduga dihasilkan oleh sel-sel paneth yang berada
dilekukan2 usus (Crypt). Beberapa peptidase diduga diasilkan dalam epithel
permukaan sel villi usus.
·Lipase usus. Enzim-enzim seperti ini seperti
halnya lipase pancreas umumnya merombak asam lemak panjang dari trigglyserida.
·Disacharidase yang merombak disakarida menjadi
monosacarida. Enzim ini terdiri dari 1) lactase yang merombak gula susu
(aktosa) menjadi galaktosa dan glukosa. 2) sucrose yang merombak sucrose
menjadi fructose dan glukosa.
·Nukleutidase. Merombak nukleotidase menjadi
nukleosida.
·Nukleusidase. Merombak nukleusida menjadi
asam-asam nukleat
·Prolipase dan prolidase yang merombak prolin
menjadi rantai-rantai pptida.
5.Pencernaan
dalam usus halus (duodenum)
Masuknya makanan
ke duodenum dirangsang oleh factor-faktor : penuhnya lambung dan kosongnya
duodenum. Dalam duodenum terjadi pencernaan secara mekanik oleh gerakan
duodenum dan secara kimiawi oleh kerjaan enzim.
a.Pencernaan secara mekanik dalam duodenum
Gerakan mencerna makanan yang terjadi dalam duodenum maupun
lambung diperlukan untuk mencampur makanan dengan enzim dan menggerakan makanan
dengan saluran pencernaan. Gerakan tersebut berupa 1) gerakan peristaltic atau
berupa gerakan mendorong makanan. 2) gerakan mengaduk yang dibedakan antara
lain : gerakan segmentasi: gerakan yang membuat penyempitan beberapa tempat.
Gerakan peristaltic lemah : terjadi gerakan tetap tidak sampai mendorong
makanan dengan cariran usus. Gerakan pendulum: makanan didorong ke satu arah
kemudian dikembalikan lagi kearah sebelumnya (bolak balik)
b.Pencernaan enzimatik dalam duodenum
Dalam melakukan aktifitas pencernaan, maka usus halus
mendapatkan sekresi zat pencerna makanan dari :
·Pancreas. Enzim yang dihasilkan pakreas adalah
amylase (untuk menghidrolisa amilum menjadi maltose) protease (menghidrolisa
protein menjadi asamasam amino) lipase (mencerna lemak menjadi asam gliserol).
Sedangkan koenzim yang dihasilkan pancreas adalah tripsinogen, khemotripsinogen
dan prokarboksipeptidase.
·Hepar atau hati. Berfungsi sebagai filtrasi
makanan, mampu mengatur proses pencernaan enzimatik, khususnya jika terjadi
proses metabolism di dalam sel-sel yang terdapat dalam tubuh. Apabila sel yang
ada dalam tubuh kurang maka hatilah yang mengkoordinasi makanan agarbias disuplai untuk mngurangi kekurangan
tersebut. Di dlam ahati juga terdapat organ lain yang dapat melskukan aktifitas
pencernaan waluapun secara tidak langsung. Organ did lam hati tersebut adalah
kantung empedu yang mampu menghasilkan cairan empedu. Cairan empedu merupakan
zat kimia berwarna kuning antara lain mengandung Na+, K+.
oleh karena itu kandungannya berupa garam inilah maka cairan ini disebut cairan
garam empedu. Fungsi garam empedu adalah memperepat kerja lipase dalam mencerna
lemak.
6.Pencernaan
dalam usus besar
Meskipun air
yang diminum dan air yang terdapat dalam saliva serta caiaran gastrointestinlis
sebagian besar telah diserap dalam usus besar masih banyak mengandung banyak
air. Pada saat bahan makanan tertentu melewati kolon terjadilah absorbsi cairan.
Sehingga apabila beban makanan tersebut melewati colon dalam waktu singkat maka
kolon tidak sempat mengabsorbsi cairan lebih banyak dan feses yang keluar
nantinya masih banyak mengandung airnya. Keadaan ini sering disebut diare,
sebaliknya sembelit akan terjadi apabila bahan makanan terlalu lama tinggal di
kolon.
Daftar pustaka :
Soeharsono.
2010. Fisiologi ternak.Padjajaran.
Bandung
Herwintono dan
Imbang. 2002. Dasar fisiologi ternak. Fak.peternakan dan perikanan. Univ.
Muhammadiah. Malang
Disusun untuk memenuhi tugas terstruktur Ilmu Produksi Aneka Ternak
Dosen Pembimbing : Dr. Ir. Sri Minarti, Ms
Disusun Oleh kelompok D 7 :
Mega Yoga Ardhiana(105050107111010)
Try Puji SL (105050107111011)
Happy Aprilia Mahardika(105050107111016)
Subhan Kurniawan Hadi(105050107111017)
FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2011
Kata Pengantar
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga makalah tentang “ Manajemen Ternak Kelinci “ untuk mata kuliah Ilmu Produksi Aneka Ternak dapat diselesaikan dengan tepat waktu. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas struktur.
Penulis juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1.Ibu Dr. Ir. Sri Minarti, Ms selaku dosen pembimbing mata kuliah Ilmu Produksi Aneka Ternak
2.Semua pihaki yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini
Penulis menyadari bahwa pembuatan makalah ini banyak kekurangan, sehingga penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca.
Amin
Malang, 22 Desember 2011
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
Kelinci merupakan salah satu jenis ternak non ruminansia. Kelinci banyak dipelihara oleh peternak sebagai pekerjaan sampingan. Pada umunya, ternak kelinci dimanfaatkan sebagai ternak hias karena tingkah lakunya yang menggemaskan sehingga di anggap lucu. Kelinci juga dimanfaatkan daging dan kotorannya sebagai pupuk. Kelinci merupakan ternak herbivora, tetapi didalam peternakan kelinci seringkali di tambahkan pakan penguat yaitu pollard. Pakan memiliki peran terbesar dalam usaha peternakan yaitu 60-70 % dari biaya pemeliharaan. Saat ini, harga pakan baik untuk pakan penguat maupun hijauan tinggi sehingga mengakibatkan para peternak mengalami kesulitan dalam memenuhi pakan ternak. Pemberian pakan penting bagi ternak yang terutama pada ternak kelinci, pemberian pakan pada ternak harus di perhatikan kandungan dari setiap bahan pakan yang di berikan dan atau bahan pakan tersebut setelah di ransum.
Ternak kelinci jika di ternakan secara baik akan memberikan prospek yang baik. Sehingga kami sengaja mempelajari manajemen ternak kelinci.
1.2Rumusan Masalah
1.Bagaimana cara pemnafaatan bulu kelinci ?
2.Bagaimana cara pemeliharaan kelinci yang baik ?
1. 3Tujuan
Makalah ini bertujuan untuk mengetahui cara manajemen pemeliharaan kelinci yang baik serta pemanfaatan bulu kelinci
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Kelinci
Kelinci adalah hewan mamalia dari famili Leporidae yang dapat ditemukan dibanyak bagian bumi. Dulunya hewan ini adalah hewan liar yang hidup di Afrika hingga ke daratan Eropa. Kelinci diklasifikasikan dalam ordo Lagomorpha. Ordo ini dibedakan menjadi 2 famili, yakni Octhonidae (jenis pika yang pandai bersiul) dan Leporidae (termasuk di dalamnya jenis kelinci dan terwelu). Asal kata kelinci berasal dari bahasa Belanda, yaitu konijnte yang berarti “anak kelinci“. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat nusantara mulai mengenali kelinci saat masa kolonial, padahal di pulau Sumatera ada satu spesies asli kelinci Sumatera (Nesolagus netscheri) yang baru ditemukan pada tahun 1972 (Wikipedia, 2011).
Kelinci yang paling banyak diminati yaitu lop, nederland dwarf, polish, angora, blanc de Hotot, Dutch, Chinchilla, Silver Martin, New Zealand White, Flemish Giant, dan Tan. Sebagai penghasil fur (bulu), misalnya rex, angora dan silver. Sebagai penghasil daging dan kulit, yaitu New Zealand White, caroline, Flemish, dan Chinchilla. Selain manfaat tersebut kotoran dan urine dari semua jenis kelinci dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami yang saat ini masih sangat terbatas namun sangat diminati oleh penggemar tanaman hias. Masyarakat mengenal kelinci dalam 2 kategori, yaitu kelinci potong dan kelinci hias yang terdiri dari beragam ras (Anonimus, 2009)
Ada beberapa hal juga yang harus diperhatikan dalam perawatan kelincianatara lain : mengurus dan memperhatikan makanan maupun kesehatan. Banyak orang yang ingin memelihara kelinci namun tidak mudah merealisasikan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya; butuh kandang dan tempat khusus. Karena itu bagi mereka yang tidak punya pekarangan akan sedikit kesulitan untuk memelihara kelinci (Anonimus, 2008).
BAB III
PEMBAHASAN
Tujuan dalam meningkatkan produksi daging kelinci adalah untuk menghasilakan daging dan bulu. Kecuali kelinci yang dipelihara untuk mendapatkan bulunya saja. Kelinci yang dimaksud adalah kelinci rex dalam jumlah yang sangat kecil dan kelinci angora menghasilkan wol untuk tekstil. Wol adalah target utama produksi kelinci angora dan kebutuhan untuk menghasilkan bulu yang berkualitas telah menyebabkan peternak angora untuk mengembangkan metode yang cukup berbeda dari yang digunakan dalam produksi kelinci pedaging. Sistem dengan dua produksi ini harus ditangani secara terpisah karena prinsip yang berbeda, tujuan, pasar, dan teknik produksi. Hanya ada satu point yang memiliki kesamaan: rambut dicukur dari tingkat rendah kulit yang tidak dapat digunakan dalam pembuatan bulu dan sebagian digunakan oleh industri tekstil. Produksi kulit kelinci dan
produksi bulu kelinci tidak sebanding dengan produksi bulu spesies lainnya. Mink, yang atas daftar spesies dasarnya dibesarkan untuk mendapatkan bulunya. Total pasokan dunia sekitar 25 juta bulu per tahun. Di Perancis sendiri tahunan produksi kulit kelinci puncaknya 70 juta. Tapi cerpelai yang dibiakkan untuk bulu dan daging kelinci, sehingga bulu kelinci hanya produk sampingan yang sedikit diperhatiakn oleh peternak. Pemeliharaan secara Intensif di negara Eropa akan memperoleh daging dan bulu-bulu yang berkualitas. Bahkan, kulit mentah hanya mewakili sebagian kecil dari nilai hewan hidup. Jadi lebih banyak dan lebih sering kelinci disembelih pada usia atau pada saat bulu kelinci tersebut belum sepenuhnya dikembangkan. Hal ini biasanya pada usia 10-12 minggu ketika kelinci masih memiliki bulu sbelum rontok bulu yang tipis dan tidak stabil berarti tidak cocok digunakan sebagai mantel.
pada musim dingin bulu kelinci dapat berfungsi secara maksimal. Hal ini berlaku dari setiap ternak yang usianya lebih dari 5 bulan. Sisa tahun selalu ada daerah mabung ukuran lebih besar atau Lasser, sehingga mantel tidak merata dan rambut tidak melekat erat pada kulit. Beberapa mantel musim panas dapat homogen, kususnya kelinci yang telah menyelesaikan rontok sub dewasa, tapi kelinci harus minimal usia 5 bulan. Bulu atau kulit musim panas juga lebih tipis dari bulu atau kulit musim dingin,
Ini masih siklus pertumbuhan dan perubahan musiman sederhana dalam menciptakan masalah bulu simultan dan produksi daging. Sehingga bulu dapat dikatakan hanya merupakan produk, terutama dalam produksi intensif. Namun, tidak ada penelitian telah dilakukan pada pola rontok bulu di iklim panas; angka yang diberikan di sini hanya benar-benar berlaku untuk daerah beriklim sedang. Dalam produksi intensif, kelinci disembelih di bulan 4-5, dan ini adalah situasi di banyak negara tropis. Jadi kualitas kulit dapat diproduksi di daerah tropis dengan asumsi melestarikan dan menguliti dengan teknik yang tepat. Pemilihan berdasarkan tingkat kelincin yang disapih dalam waktu yang sama dipilih dari kulit kelinci yang berharga ditemukan berdampingan dengan sampah tidak berguna, sehingga sortasi dan grading harus dilakukan sedini mungkin. Sorting adalah operasi pertama dan menentukan penggunaan masa depan kulit. Kulit dipilah ke dalam 3 kelas:
1. Bulu untuk berpakaian (yang "berpakaian" istilah bukan "penyamakan" digunakan untuk bulu). Ini adalah kulit terbaik, dengan bentuk yang teratur. Utuh, homogen, padat, mantel baik dibentuk, kulit mulus. Harga bulu ini mungkin 20 kali dari kulit yang berkualitas biasa.
2. Rambut, namun cukup lama dan karena itu mesin healty.it dicukur dan digunakan untuk tekstil (meskipun perdagangan topi menurun di banyak negara). Kulit potong halus (sohun) dan dibuat menjadi lem (industri lain menurun) atau pupuk. Teknik ini memungkinkan banyak dibuang dan kemudian untuk didaur ulang.
3. Limbah, tidak dapat digunakan kecuali untuk pupuk (rambut menggerogoti, dipotong, kotor, berkeringat, parasit-sarat). Kulit ini mendongkrak biaya tenaga kerja, pengolahan dan transportasi.
Di Perancis, salah satu negara penghasil utama kelinci, proporsi bulu cocok untuk berpakaian kurang dari setengah dari mereka dikumpulkan. Angka ini berbeda dari satu penulis ke yang lain, yang tidak mengherankan mengingat kesulitan dalam mendapatkan data yang tepat pada produk ini. Pelanggan membeli kulit banyak komersial (dari 0,5 sampai ton) dari pencocokan kualitas. Sistem penilaian berikut ini digunakan di Perancis (dan juga di banyak negara lain karena jumlah pedagang di pasar bulu Prancis). Untuk bulu dan rambut dicukur: rambut menolak berat 10-18 persen dari berat kering dibuang; rambut berat biasanya lebih dari 18 persen dari berat kering kulitnya, berkualitas baik. Untuk bulu bulu: Grading lebih kompleks untuk bulu-bulu, sebagai warna. Ukuran dan kualitas semua dianggap. Warna putih, abu-abu kisaran, kisaran merah (nan-kin), dicampur dan hitam. Ukuran dinilai oleh berat per 100 bulu kering: Entre-deux: 12-13 kg / 100 melempari (100-140 g per melempari) Cage: 13-20 kg/100 bulu (150-210 g per melempari) Berat: 26-40 kg/100 bulu (250-350 g per melempari). Kesenjangan antara nilai dan perbedaan antara berat per 100 batang bulu dan unit berat dari fluktuasi dalam penilaian. Penilaian kualitas mencakup integritas melempari (dipotong tepat, fleshing yang baik, tanda tidak ada pisau atau lubang dari menguliti) dan struktur (tinggi rambut penjaga, kekompakan dan tinggi lapisan bawah berbulu halus dan homogenitas mantel):
Bulu 4: sedikit; 3,2 bulu bis: menengah; Bulu 2 dan 1: terbaik.
Ini klarifikasi, yang pada awalnya tampak kompleks, dalam kenyataannya relatif sederhana: pedagang dan klien tahu persis barang dagangan apa dalam pertanyaan ketika mereka berbicara tentang "2 sangkar abu-abu" atau "Entre-Deux 4 nan-kerabat".
Sistem ini, dengan sedikit variasi, adalah sama di setiap negara, bulu kelinci dimengerti begitu mengingat adalah barang perdagangan internasional. Di negara-negara bersatu, di mana produksi kelinci tidak luas dan dilakukan oleh amatir, dapartement AS nilai pertanian (US Departemen Agric, 1959).
Perawatanselaludilakukan dikandang. Peternakpemeriksaankesehatankelinci betinapada saatini untuk memastikania tidak memilikidiscorderpernapasan, hockssakit,dll, atau bahwadia tidakterlalu tipis. Sebuahvulvamerah adalahtandayang menjanjikantapitidak sempurna(80-90% chanceofkeberhasilankawin). uangdapatmembuahidoedenganvulvaputih (kemungkinan keberhasilan10-20%). Ketikakelinci betinatelah menerimapemasangan danuangyangtelah dilayanipara peternaknyamenghilangkankelinci betinadan menempatkankembalidi kandangsendiri. Sama sekaliini tidakharus mengambillebih dari5menit. Sedangkan kelinci betina sedang ditangani produser dapat melakukan apapun pengobatan yang diperlukan - anti-kudis, misalnya. jika doe menolak untuk kawin, peternak dapat mencoba untuk menyajikan ke uang lain. sebagai upaya terakhiria dapatmeninggalkannyaselama 24jamdi kandanguangtapi kemudiandia tidak bisa. pastikanbahwaperkawinantelah terjadi. lebih baikuntuk kawinbinatang-binatangdi malam haripagi,untuk menghindarijamhosttesthari.Dalam pemuliaanintensif1buckdapat melayani7atau 8tidak.Dalam sistemekstensif1buckdapat melayani10-15tidak. uang, bagaimanapun, tidak boleh digunakan lebih dari 3 atau 4 hari seminggu, dan tidak lebih dari 2 atau 3 kali sehari. sehingga bahkan jika hanya ada, katakanlah, 10 tidak dalam unit, harus ada minimal 2 dolar sehingga kawin sukses tidak tergantung pada 1 uang saja.
ketika ukuran unit izin (setidaknya 50 tidak). 1-2 dolar cadangan disimpan. jika jis seimbang feeed pellet menggunakan dolar harus diberi makan dari 120 atau 180 hari ga, tergantung pada berat badan mereka. Perkawinan pertama menengah, baik makan tidak mengambil tempat di sekitar 4 bulan. dolar yang pertama dikawinkan sekitar 5 bulan. jika kondisi proiduction tidak optimal kawin pertama akan ditunda sampai hewan mencapai 80% dari berat dewasa mereka. tidak ada keuntungan dalam menunda lebih lanjut. peternak harus hati-hati mengawasi kawin pertama. Untuk bulan pertama kembali muda seharusnya tidak dikawinkan sesering dewasa. Menentukan kehamilan
satu-satunya cara yang efektif untuk menentukan kehamilan adalah untuk mendeteksi embrio dalam ueterus DOE dengan meraba perut. operasi ini harus dilakukan antara 10 dan 14 hari setelah kawin. tidak efektif jika dilakukan sebelumnya (sebelum hari ke-9), sementara setelah 14 hari operasi lebih halus dan ada arisk aborsi ofr pprovoking. peternak harus meraba doe gentenly dan ahli dalam agar tidak menimbulkan dan aborsi. Jika palpasi menunjukkan lakukan akan sher kosong disajikan untuk uang lagi sesegera mungkin. presentasi doe ke uang sebagai tes kehamilan adalah sia-sia, tought tidak berbahaya. indced sebagian besar tidak menerima kawin hamil dan beberapa kosong tidak menolak. juga tidak doe berat menjalani indikasi kehamilan, karena fluktuasi berat badan tergantung pada faktor terlalu banyak.Persiapan untuk membakar (supervisi, kotak sarang, mengubah bahan tempat tidur, dll) harus dibuat untuk semua dikawinkan tidak dari 27 ke 28 hari setelah kawin jika mereka belum teraba, tetapi di mana palpasi telah dipraktekkan teratur persiapan dibatasi ke tidak ditemukan untuk dapat hamil.Kelinci betina hamil yang tidak menyusui tandu akan dijatah jika peternak menggunakan konsentrat seimbang. jatah harian untuk media-ukuran tidak akan menjadi sekitar 150 g. jika doe adalah tandu keperawatan pada saat yang sama dia akan diberi makan lib iklan.Ibu-kandang per tahun pada 2,4 kg. indeks efisiensi pakan keseluruhan adalah 4. nya tidak adalah hewan pemuliaan hibrida. tingkat tahunan 80% pemusnahan. rasio antara harga jual 1 kg kelinci hidup dan biaya pada harga pakan adalah 8 ke 1.Biaya operasi, yang dengan sistem produksi, di sini berjumlah lebih dari 70% untuk biaya produksi. pakan adalah item utama di bawah judul ini (65% dari pengeluaran total). ini adalah mengapa efisiensi pakan sangat penting. depresiasi bangunan dan peralatan lain yang patut bersama-sama dengan jumlah biaya keuangan kepada lebih dari 25 persen dari total. angka-angka ini terkait erat dengan situasi sosial ekonomi Perancis. seperti biasa, semakin tinggi tingkat produktivitas investasi untuk unit yang lebih besar harus untuk menulis dari utang tersebut
Kelahiran
Kelinci yang baru dilahirkan di letakkan secara perlahan pada lingkungan yang higienis. Kehadiran peternak tidak diperlukan, tetapi sarang / kandang harus segera di periksa setelah kelahiran. Pengoperasian sangat mudah dan tidak beresiko pada ternak muda. Hal tersebut dapat berlangsung dengan benar setelah proses kelahiran, induk di pindahkan. Kelahiran harus menghapuskan / mengganti hewan yang mati, dan setiap kantong janin tersebut tidak dimakan.
Perawatan yang dilakukan adalah mencukupkan kebutuhan gizi dari waktu kelahiran, pada waktu kelahiran harus diberi makan secara terus menerus. Air minum yang diberikan sangat penting selama hari-hari menjelang dan sesudah kelahiran. Perawatan dilakukan sehari sekali, yaitu pada pagi hari.
Tingkat kematian antara kelahiran dan umur penyapihan masih tinggi (20% per hari pada kelinci jenis Eropa). Sangat sulit mencapai angka kematian kurang dari 12%. Oleh karena itu kandang harus dibersihkan setiap hari, dan hewan yang mati harus di singkirkan. Cara paling tepat untuk pencegahan pada periode ini adalah dengan menjaga ke higienisan/kebersihan.
Pengembangan
Peternak boleh untuk mengurangi jumlah kelinci yang baru lahir dalam jumlah yang besar pada satu induk, atau memberikan pada induk lain yang kekurangan, dengan syarat sebagai berikut :
·Tidak lebih dari kelinci muda di berikan pada induk lain
·Perbedaan usia antara anak asli induk dengan anak yang di titipkan maksimal adalah 48jam
·Waktu untuk menitipkan anak pada induk lain, maksimal adalah 5hari
Penyapihan
Selama masa penyapihan anak yang muda secara bertahap menjadikan susu sebagai makanan padat. Penyapihan juga dilakukan saat peternak memisahkan anak yang muda dengan induk (kijang betina). Semua anak yang masih muda di pisahkan pada waktu yang sama dan di tempatkan 6-8 ekor per kandang untuk di gemukkan. Kandang harus bersih, dan kelompok harus cukup seragam dengan perbedaan usia maksimum 1 minggu. Selama proses pemisahan peternak harus memeriksa kesehatan kelinci muda, perlu di lakukan pengobatan bila ada yang terlihat sakit.
Menyapih dapat terjadi ketika kelinci mencapai puncak berat hidupnya yaitu 500 gram (yaitu sekitar 26-30 hari dalam produksi rasio eropa). Kelinci muda mulai mengkonsumsi makanan padat pada usia 18-20 hari. Dan ketika mencapai usia 30 hari, bila dilakukan pemerahan tidak boleh melebihi % dari pakan yang di berikan.
Penurunan dan cara peternak menghasilkan keturunan pada kelinci
Salah satu kelemahan yang nyata dari reproduksi intensif adalah perputaran yang cepat dari masa kelahiran. Pada tingkat pemusnahan yang terjadi setiap bulan bila angka mencapai 8-10% hal tersebut sangat tidak biasa. Pada kenyataannya, para peternak banyak belajar dari proses reproduksi intensif yaitu dalam pemeliharaan ternak betina secara baik. Total jumlah kelinci yang di hasilkan oleh masing-masing induk selama prosesnya secara wajar tidak terikat pada tingkat produksi yang dikenakan oleh peternak. Apapun yang pernah bereproduksi dan harus memiliki hasil setiap bulannya, untuk menghindari kandang yang kosong harus disediakan yang siap untuk dikawin suntik.
Peternak memiliki beberapa cara untuk menghasilkan keturunan. Solusi paling praktis adalah dengan mengkawinkan kedua-duanya adalah keturunan yang murni, dan memilih yang terbaik dari yang terbaik. Untuk menghindari inbreeding, dapat dilakukan dengan mendapatkan bakalan dari peternak lain. Jika produksi secara intensif, produsen dapat membeli hewan yang dapat bertahan hidup dari proses seleksi strain khusus untuk sistem persilangan yang disarankan oleh pemasok.
Penggemukan dan Pemotongan
Selama periode penyapihan pada kelinci pedaging yang sedang tumbuh harus selalu diberi makan secara terus menerus. Jika peternak menggunakan konsentrat yang seimbang, konsumsi harian rata-rata akan mencapai 100-130 gram untuh ukuran hewan menengah. Dalam kondisi yang baik kelinci akan mendapatkan sekitar 30-40 gram per hari, yang berarti asupan yang diperoleh sekitar 3-3,5 kg pakanyang akan menghasilkan 1kg dalam pertambahan bobot badan. Penggemukkan pada kelinci muda dapat dilakukan dengan memberikan makanan berupa sereal (gandum) dan konsentrat yang cocok.
Selama periode ini angka kematian harus sangat rendah, tetapi yang sering terjadi adalah jauh lebih tinggi. Pencegahannya dapat dilakukan dnegan menjaga kebersihan (pembersihan, desinfektan) sangat penting dalam proses penggemukkan, tetapi peternak lebih memperhatikan pada tempat anakan yang masih kecil
Binatang yang dijual hidup atau sudah mati. Kelinci merupakan hewan yang dibesarkan dalam sistem produksi rasional yang dijual pada umur sekitar 70-90 hari pada bobot 2,3-2,5 kg untuk strain seperti New Zealand White dan California. Dalam sistem produksi yang panjang dan ketidakseimbangan pakan kelinci dapat dijual jauh lebih lama (maksimum 4-6 bulan). Penggemukan untuk hewan yang telah melewati usia penjualan, dapat digunakan oleh peternak untuk konsumsi atau untuk stok. Dalam peternakan kelinci, resiko kematian dari kecelakaan, terkena penyakit dan sebagainya masih tinggi, dan setiap keterlambatan dalam usia pemotongan, Semakin tinggi tingkat kematian dalam menggemukkan, semakin peternak akan cenderung untuk memperpendek tahapan dari produksi.
Jika kelinci harus dipertahankan setelah 3 bulan, maka harus dimasukkan dalam kandang individu atau dikebiri , sehingga dapat terus dipertahankan dalam koloni. Betina akan tetap berada dalam kelompok, tetapi akan membutuhkan ruang kandang yang lebih dari sebelum 3 bulan. Pengebirian adalah operasi sederhana yang dilakukan oleh 2 orang.
Peternak mungkin ingin melakukan pemotongan terhadap ternaknya sendiri. Instalasi yang dibutuhkan relative mahal dengan standar yang tepat yaitu kebersihan dan konservasi (penyimpanan dingin, dll) harus dipenuhi. Dia juga akan membutuhkan tenaga kerja selama beberapa jam selama sem inggu untuk membantu proses pemotongan tersebut.
Penanganan terhadap kelinci
Kelinci harus diperlakukan dengan lembut. Pada saat mengangkat kelinci yang di pegang bukanlah telinga. Ada beberapa cara / tehnik untuk memegang kelinci.
Cara memegang kelinci
Kelinci di pegang pada bagian kulit bahunya. Untuk hewan dengan berat dibawah 1 kg
Metode untuk memegang dan membawa kelinci adalah dengan pelana tepat diatas bagian belakangnya, menggunakan ibu jari dan jari telunjuk.
Jika binatang itu lebih berat, saat mengambil mereka yang di pegang adalah bagian kulit bahu, tetapi bila harus di geser lebih dari 5-10 detik maka harus ditopang pada sisi lain yaitu pada lengan bawah degan kepala di tikungan siku.
Jika binatang memberontak dan kita merasa tidak bisa mengendalikan, yang terbaik adalah menjatuhkan pada posisi merangkak dan mengambilnya kembali dengan benarsetelah 2-3 detik. Jika ketika kelinci melawan tetapi peternak terus memaksa untuk memegang, maka akan menimbulkan goresan atau bahkan akan mematahkan tulang punggung kelinci tersebut.
ØPenanganan kelinci
Identifikasi pertama
Setiap hewan di beri nomor. Jumlah ini akan muncul pada semua dokumen tentang kelinci dan pada kelinci itu sendiri. Ada 3 macam cara untuk mengidentifikasi kelinci secara lama atau awet
·Ring’s : cincin nomor yang melekat pada kaki belakang diatas tonjolan. Resiko kehilangan cincin tinggi
·Klip : klip nomor SRE menempel pada telinga kelinci. Klip ini terbuat dari logam atau plsatik, dan resiko kerugian tinggi.
·Tato : lubang kecil yang berada pada telinga dengan nomor atau huruf, dan di letakkan dengan menggosok dengan tinta khusus. Meskipun metode ini membutuhkan waktu yang cukup lama, itu merupakan salah satu cara yang benara-benar di yakini. Hal ini dapat dilakukan pada saat penyapihan menggunakan penjepit kelinci khusus, atau pada kelinci dewasa dengan penjepit domba.
Identifikasi kandang
Unit dalam pengelolaan kelinci adalah kandang induk. Semua kandang di bagian pembibitan harus diberi nomor, dan ini adalah angka yang akan muncul pada catatan. Metode ini jauh lebih mudah daripada identifikasi secara indifidu, sehingga digunakan dalam rabitrries yang menjaga catatan tetapi tidak berkembang biak selektif.
Sebuah sistem identifikasi sangatlah penting bahkan dalam peternakan kelinci kecil. Hal ini akan membentuk dasar dari catatan teknis yang akan membantu dalam pengorganisasian dan manajemen ekonomi peternakan kelinci tersebut.
Kelinci mudatidakdipilih untukpengganti yangdiidentifikasi padamenyapih.Banyaknya alas padapenyapihanbisa ditambahkan. jikaprodusen menggunakankonsentratseimbangpeternak akanmasukkan kualitas jumlahmakandiperawatanuntuk menghitungbiayamakanrata-rata perkelincidisapih.ini adalahitempenting dalam menghitunglaba bersih.Hal iniakan membantu untukjenis pakan lain,tetapi inijauhlebih sulituntuk memperkirakannya.sistembuku catatansering tidak memadai.salah satuperbaikanadalah perawataninduk kelincitersambung kekandangmasing-masing,untuk menghitungproduktivitas induk kelinci .tambahan lainyang berguna adalahkartu agendalangkahberikutnya adalahuntuk menempatkandata bersama-samauntuk mendapatkan gambarandari unitorganisasi yang efisiendari pekerjaan.ini sangat pentingdalampeternakan kelinciapapun denganlebih daribeberapa lusintidak.Perencanaan kandang kelincimenawarkan carapemantauanatap kandanghampirsemua kejadiandi persemaian.dengan asumsi bahwatidakakantersisadan alas ternak kelinci yangdisapihselambat-lambatnyasebulan setelahkelahiran,sistemmelibatkankotakbesar dengan4 barishorisontaldari 31kompartemen.masing-masing sesuaidenganhari bulan.baris pertamaadalah untukperkawinan,yang kedua untuk pemeriksaankebuntingan (palpasi),yang ketiga untukkelahiran danyang terakhiruntuk penyapihan. jikamenyapihterjadi antara1dan 2bulan, yang umumdalam produksiyang luas, akan ada2baris untukpenyapihan,bahkan setiap bulan danbulanyang aneh.
setiap pagi peternak melihat kartu recordingdan apa yang harus diperiksanyakarena setiap selesai melihatnya, kartu yang bersangkutan induk kelinci dipindahkan ke kandang yang sesuai untuk operasi berikutnya dan hari untuk yang dijadwalkan.di peternakan kelincijadwal kawin terjadi 10 hari setelah kelahiran dan kelinci disapih pada 35 hari, catatan induk kelinci bisa sebagai berikut:induk kelinci yang dikawinkan pada hari ketiga pada penambahanbulan.kartu namanya kemudian ditempatkan di baris kebuntingan (palpasi). operasi ini dilakukan pada 16 bulan yang sama (13 hari).jika hasil yang positif, kartu induk betina ditempatkan di barisan kelahiran di bawah hari kedua bulan berikutnya (15 hari).jika negatif, kartu namanya akan kembali ke baris kawin.setelah kelahiran kartu induk kelinci kembali ke baris kawin di bawah 12 hari bulan yang sama (10 hari).pada saat yang sama kartu dengan individu induk betina dan nomor kandang akan ditempatkan di baris menyapih, di ruang 7 bulan, kedua ganjil (36 hari) ada sistem perencanaan lainnya.hal yang penting adalah untuk menggunakan satu sistem secara konsisten.
penjadwalan beberapa perkawinan, suatu kebuntingan sedikit dan penyapihan beberapa anak kelinci semua untuk hari yang sama menambahkan hingga banyak waktu terbuang.menggunakan rencana kerja mingguan 1 orang bekerja 8 jam sehari dapat mengelola 250-300 tidak.Tabel 52 adalah contoh dari rencana kerja.perkawinan dijadwalkan (Kamis dan Jumat khususnya) berarti kegiatan lain dapat dikelompokkan (menyapih suatu Selasa, palpasi pada wednesdats).beberapa kegiatan seperti pengawasan sarang dan makan harus dilakukan setiap hari.
dengan metode batch alas untukternak kelinci saat penyapihan yang dekat dengan usia yang sama.itu juga menetapkan waktu untuk kegiatan produser selalu cenderung untuk menunda, seperti pencatatan data dan melaksanakan langkah-langkah kebersihan pencegahan.dalam unit produksi yang rasional waktu rata-rata berikut ini harus disisihkan untuk kegiatan pembibitan utama untuk 100 tidak
- Kawin 4 jam seminggu
- Sarang pengawasan: 3 jam seminggu
- Penanganan muda, kotak sarang: 2 jam seminggu
- Palpasi: 1 jam seminggu
- Kebersihan: 4 jam seminggu
* catatan penggemukan
buku catatan harian adalah penting.akan daftar hari penggemukan pertama dan terakhir (penjualan atau pembunuhan) hewan di kandang masing-masing, setiap kematian dan penyebab jelas.berat hidup ketika dijual dan jumlah hewan dipasarkan mingguan juga bisa ditambahkan.dalam produksi skala besar, cek produksi akan dilakukan oleh batch (batch adalah sekelompok kelinci disapih dalam minggu yang sama).batch akan menjadi acuan inti titik dari semua data teknis.jika peternak menggunakan konsentrat seimbang ia akan mencatat jumlahpakan yang dimakan oleh kelinci penggemukan. efisiensi konversi pakan(jumlah pakan yang dibutuhkan untuk menghasilkan berat badan 1 kg) adalah kriteria ekonomi yang baik. jika produsen ingin untuk berkembang biak sahamnya selektif ia dapat menggunakan kartu pencatatan daftar berat menyapih dan tanggal, berat dan tanggal pada penjualan per pembantaian, dan nomor identifikasi individu kelinci masing-masing.
* Beberapa target produksi
unit produksi yang digunakan untuk memperkirakan rata-rata 9 terbaik atau 9 pertunjukan termiskin untuk kriteria yang berbeda terdaftar belum tentu kriteria sama teknis dasar di pembibitan adalah jumlah disapih muda per induk betina per tahun.ekonomis, kecenderungan adalah untuk menghitung ini dalam hal kandang ibu dan mencakup jumlah pakan yang dikonsumsi.yang disapih muda per doe tergantung pada jumlah kelahiran setahun, jumlah disapih muda per sampah dan tingkat nyata dari hunian nersery kandang.
analitis beberapa faktor penting dalam tingkat penggemukan tahap pertumbuhan, efisiensi pakan, usia saat pembantaian, hasil karkas, kematian.kriteria global seperti efisiensi pakan keseluruhan (jumlah kg pakan dari lahir sampai pembantaian yang dibutuhkan untuk menghasilkan 1 kg kelinci) mencakup rentang kegiatan produksi dan makan.jumlah kelinci dijual per minggu dalam referensi ke sejumlah tetap tidak merupakan kriteria global.
untuk membantu produsen dengan pekerjaan ini, organisasi luar (lembaga penelitian atau pengembangan, perusahaan swasta) dapat mengumpulkan data teknis utama produksi unit mereka setiap minggu dan membuat estimasi parameter ini.dengan informasi ini peternak tahu apa hasilnya diharapkan.perbandingan dengan unit produksi kelinci lain akan mengungkapkan poin minggu dalam sistem tubuhnya.
* Ekonomi manajemen
seperti pencatatan teknis, tidak semua produsen memiliki kebutuhan yang sama dalam pengelolaan ekonomi, yang mainlyconcerns mereka yang tujuannya adalah untuk membuat keuntungan yang baik. ada banyak variasi di daerah ini.hasilnya tergantung pada keahlian breedder dan ini situasi ekonomi, sehingga tidak ada gunanya memberikan angka absolut.Tabel 54 menunjukkan kepentingan relatif dari berbagai item pada jadwal biaya peternak prancis itu.ia merupakan produsen rata-rata yang memulai tahun lalu dengan 100 peternakan tidak di gedung baru.investasinya per monther kandang yang cukup besar tapi tidak berlebihan.tingkat produktivitasnya adalah 46 kelinci muda dipasarkan.
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Produksi yang dihasilkan ternak kelinci tidak hanya berupa daging dan kulit, tetapi kelinci juga menghasilkan produk berupa bulu yang dapat digunakan sebagai bahan di industri tekstil
Perawatan yang dilakukan adalah mencukupkan kebutuhan gizi dari waktu kelahiran, pada waktu kelahiran harus diberi makan secara terus menerus. Air minum yang diberikan sangat penting selama hari-hari menjelang dan sesudah kelahiran. Perawatan dilakukan sehari sekali, yaitu pada pagi hari.
Peternak memiliki beberapa cara untuk menghasilkan keturunan. Solusi paling praktis adalah dengan mengkawinkan kedua-duanya adalah keturunan yang murni, dan memilih yang terbaik dari yang terbaik. Untuk menghindari inbreeding, dapat dilakukan dengan mendapatkan bakalan dari peternak lain. Jika produksi secara intensif, produsen dapat membeli hewan yang dapat bertahan hidup dari proses seleksi strain khusus untuk sistem persilangan yang disarankan oleh pemasok.
Perencanaan kandang kelincimenawarkan carapemantauanatap kandanghampirsemua kejadiandi persemaian.dengan asumsi bahwatidakakantersisadan alas ternak kelinci yangdisapihselambat lambatnyasebulan setelahkelahiran,sistemmelibatkankotakbesar dengan4 barishorisontaldari 31kompartemen.masing-masing sesuai denganhari bulan.Setiap pagi peternak melihat kartu recordingdan apa yang harus diperiksanyakarena setiap selesai melihatnya, kartu yang bersangkutan induk kelinci dipindahkan ke kandang yang sesuai untuk operasi berikutnya
Saran
Untuk menghasilkan produktivitas kelinci yang baik maka diperlukan manajemen ternak kelinci yang baik.