MAKALAH
MIKROSKOP
MATA KULIAH PERALATAN DAN TEKNIK ANALISA LABORATORIUM
Oleh
HAPPY APRILLIA MAHARDIKA (105050107111016)
MOH. THORIK FERNANDA (105050113111091)
MISBAH BAHSAUDDIN F (105050113111085)
JOKO KRIYANTO
ACHMAD ERWIN SYAH ( 105050101111058)

FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2011
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Mikroskop (bahasa Yunani: micros = kecil dan scopein = melihat) adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata kasar. Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskopi, dan kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh mata.
Antony Van Leuwenhoek orang yang pertama kali menggunakan mikroskop walaupan dalam bentuk sederhana pada bidang mikrobiologi. Kemudian pada tahun 1600 Hanz dan Z Jensen telah menemukan mikroskop yang lebih maju dengan nama mikroskop ganda. Mikroskop adalah suatu benda yang berguna untuk memberikan bayangan yang diperbesar dari benda-benda yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Mikroskop terdiri dari beberapa bagian yang memiliki fungsi masing-masing.
Mikroskop pada prinsipnya terdiri dari dua lensa cembung yaitu sebagai lensa objektif (dekat dengan mata) dan lensa okuler (dekat dengan benda). Baik objektif maupun okuler dirancang untuk perbesaran yang berbeda. Lensa objektif biasanya dipasang pada roda berputar, yang disebut gagang putar. Setiap lensa objektif dapat diputar ketempat yang sesuai dengan perbesaran yang dikehendaki. Sistem lensa objektif memberikan perbesaran mula-mula dan meenghasilkan bayangan nyata yang kemudian diproyeksikan keatas lensa okuler untuk menghasilkan bayangan maya yang kita lihat..
Biasanya mikroskop laboratoorium dilengkapi dengan tiga lensa objektif : lensa 16 mm berkekuatan rendah (10X); lensa 4 mm berkekuatan kurang tinggi (40-45X); dan lensa celup minyak berkekuatan tinggi (97-100X). Lensa tersebut terletak pada suatu hidung yang dapat berputar sehingga obyektif yang di kehendaki dapat dengan ,mudah diletakkan pada posisi kerja. Obyektif celup minyak memberikan perbesaran tertinggi dari ketiganya. Lensa okuler terletak pada ujung atas mikroskop (Anshory, 1984).
B. Tujuan
Makalah ini disusun dengan tujuan untuk :
1. Mengenal sejarah mikroskop
2. Mengenal macam macam jenis mikroskop
3. Mengenal bagian-bagian mikroskop dan fungsinya
4. Cara menggunakan mikroskop
II. TINJAUAN PUSTAKA
Mikroskop (bahasa Yunani: micros = kecil dan scopein = melihat) adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata kasar. Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskopi, dan kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh mata (Anonimous, 2011).
Literatur lain menyebutkan bahwa mikroskop adalah alat pembesar untuk melihat struktur benda kecil tersebut. (Teknologi nano : teknologi yang berbasis pada struktur benda berukuran nano meter. Satu nano meter = sepermilyar meter). Tentu yang dimaksud di sini bukanlah mikroskop biasa, tetapi mikroskop yang mempunyai tingkat ketelitian (resolusi) tinggi untuk melihat struktur berukuran nano meter. Di bagian pertama tulisan ini, penulis bermaksud untuk mengulas sejarah perkembangan mikroskop dan kemampuannya dalam mengamati suatu obyek benda (Irawiraman, 2008).
1. Sejarah mikroskop
Dalam sejarah, yang dikenal sebagai pembuat mikroskop pertama kali adalah 2 ilmuwan Jerman, yaitu Hans Janssen dan Zacharias Janssen (ayah-anak) pada tahun 1590. Temuan mikroskop saat itu mendorong ilmuan lain, seperti Galileo Galilei (Italia), untuk membuat alat yang sama. Galileo menyelesaikan pembuatan mikroskop pada tahun 1609, dan mikroskop yang dibuatnya dikenal dengan nama mikroskop Galileo (Irawiraman, 2008). Tetapi literatur lain menyebutkan bahwa yang menemukan mikroskop pertama kali adalah Antony Van Leuwenhoek orang yang pertama kali menggunakan mikroskop walaupan dalam bentuk sederhana pada bidang mikrobiologi (Kadri, 2008).
2. Mengenal macam macam jenis mikroskop
Menurut Avianto (2011) mikroskop ada 4 macam, yaitu :
(1 )Mikroskop cahaya: ”Memiliki dua jenis lensa yaitu obyektif dan okuler, sistem kerjanya dibantu dengan cara pantulan cahaya yang menembus obyek yang diamati dan mampu memperbesar bayangan obyek hingga 1000 X. (2) Mikroskop binokuler(stereo) mampu memperjelas rincian permukaan obyek karena bayangan yang diperoleh pengamat merupakan pantulan cahaya yang jatuh dipermukaan obyek;perbesaran bayangan obyek mencapai 30x. (3) Mikroskop elektron mempunyai daya resolusi (kemampuan daya beda mata manusia) sangat tinggi (0,1 nm), mampu memperbesar bayangan obyek hingga jutaan kali,bayangan benda dilihat pada layar monitor. (4) Scanning Electron Microscope (SEM) yang digunakan untuk studi detail arsitektur permukaan sel atau struktur jasad renik dan obyek teramati secara tiga dimensi
(1 )Mikroskop cahaya: ”Memiliki dua jenis lensa yaitu obyektif dan okuler, sistem kerjanya dibantu dengan cara pantulan cahaya yang menembus obyek yang diamati dan mampu memperbesar bayangan obyek hingga 1000 X. (2) Mikroskop binokuler(stereo) mampu memperjelas rincian permukaan obyek karena bayangan yang diperoleh pengamat merupakan pantulan cahaya yang jatuh dipermukaan obyek;perbesaran bayangan obyek mencapai 30x. (3) Mikroskop elektron mempunyai daya resolusi (kemampuan daya beda mata manusia) sangat tinggi (0,1 nm), mampu memperbesar bayangan obyek hingga jutaan kali,bayangan benda dilihat pada layar monitor. (4) Scanning Electron Microscope (SEM) yang digunakan untuk studi detail arsitektur permukaan sel atau struktur jasad renik dan obyek teramati secara tiga dimensi
3. Bagian-bagian Mikroskop dan Fungsinya
Menurut sulistyaindriani (2010) bagian-bagian mikroskop dan fungsinya adalah :
1. Lensa okuler, yaitu lensa yang dekat dengan mata pengamat lensa ini berfungsi untuk membentuk bayangan maya, tegak, dan diperbesar dari lensa object
2. lensa objektif, lensa ini berada dekat pada objek yang di amati, lensa ini membentuk bayangan nyata, terbalik, di perbesar. Di mana lensa ini di atur oleh revolver untuk menentukan perbesaran lensa objektif
3. tabung mikroskop (tubus) tabung ini berfungsi untuk mengatur fokus dan menghubungan lensa objektif dengan lensa okuler.
4. Makrometer (pengatur kasar) makrometer berfungsi untuk menaik turunkan tabung mikroskop secara cepat.
5. Micrometer (pengatur halus) , pengatur ini berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan mikroskop secara lambat, dan bentuknya lebih kecil daripada makrometer.
6. Revolever, revolver berfungsi untuk mengatur perbesaran lensa objektif dengan cara memutarnya.
7. Reflector, terdiri dari dua jenis cermin yaitu cermin datar dan cermin cekung. Reflektor ini berfungsi untuk memantulkan cahaya dari cermin ke meja objek melalui lubang yang terdapat di meja objek dan menuju mata pengamat. Cermin datar digunakan ketika cahaya yang di butuhkan terpenuhi, sedangkan jika kurang cahaya maka menggunakan cermin cekung karena berfungsi untuk mengumpulkan cahaya.
8. Diafragma, berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk.
9. Kondensor, kondensor berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk, alat ini dapat putar dan di naik turunkan.
10. Meja mikroskop, berfungsi sebagai tempat meletakkan objek yang akan di amati.
11. Penjepit kaca, penjepit ini berfungsi untuk menjepit kaca yang melapisi objek agar tidak mudah bergeser.
12. Lengan mikroskop, berfungsi sebagai pegangang pada mikroskop.
13. Kaki mikroskop, berfungsi untuk menyangga atau menopang mikroskop.
14. Sendi inklinasi, untuk mengatur sudut atau tegaknya mikroskop.
4. Cara menggunakan mikroskop cahaya
Menggunakan mikroskop secara baik dan benar itu sangat penting, cara menggunakan mikroskop sebelum praktikum adalah :
1. Letakkan mikroskop di atas meja dengan cara memegang lengan mikroskop sedemikian rupa sehingga mikroskop berada persis di hadapan pemakai.
2. Putar revolver sehingga lensa obyektif dengan perbesaran lemah berada pada posisi satu poros dengan lensa okuler yang ditandai bunyi klik pada revolver
3. Mengatur cermin dan diafragma untuk melihat kekuatan cahaya masuk, hingga dari lensa okuler tampak terang berbentuk bulat (lapang pandang).
4. Tempatkan preparat pada meja benda tepat pada lubang preparat dan jepit dengan penjepit obyek/benda
5. Aturlah fokus untuk memperjelas gambar obyek dengan cara memutar pemutar kasar, sambil dilihat dari lensa okuler. Untuk mempertajam putarlah pemutar halus
6. Apabila bayangan obyek sudah ditemukan, maka untuk memperbesar gantilah lensa obyektif dengan ukuran dari 10 X,40 X atau 100 X, dengan cara memutar revolver hingga bunyi klik.
7. Apabila telah selesai menggunakan, bersihkan mikroskop dan simpan pada tempat yang tidak lembab. (Anonimous, 2011)
III. PEMBAHASAN
Mikroskop adalah alat yang dapat digunakan untuk melihat suatu benda yang jaraknya dekat dengan ukuran yang sangat kecil (mikron) untuk diperbesar agar dapat dilihat secara detil. Sifat bayangan yang terjadi yaitu maya, terbalik dan diperbesar. Biasanya digunakan untuk melihat bakeri, sel, virus, dan lain-lain.
Bagaian-Lensa okuler, yaitu lensa yang dekat dengan mata pengamat lensa ini berfungsi untuk membentuk bayangan maya, tegak, dan diperbesar dari lensa object, lensa objektif, lensa ini berada dekat pada objek yang di amati, lensa ini membentuk bayangan nyata, terbalik, di perbesar. Di mana lensa ini di atur oleh revolver untuk menentukan perbesaran lensa objektif, tabung mikroskop (tubus) tabung ini berfungsi untuk mengatur fokus dan menghubungan lensa objektif dengan lensa okuler, Makrometer (pengatur kasar) makrometer berfungsi untuk menaik turunkan tabung mikroskop secara cepat, Micrometer (pengatur halus) , pengatur ini berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan mikroskop secara lambat, dan bentuknya lebih kecil daripada makrometer, Revolever, revolver berfungsi untuk mengatur perbesaran lensa objektif dengan cara memutarnya, Reflector, terdiri dari dua jenis cermin yaitu cermin datar dan cermin cekung. Reflektor ini berfungsi untuk memantulkan cahaya dari cermin ke meja objek melalui lubang yang terdapat di meja objek dan menuju mata pengamat. Cermin datar digunakan ketika cahaya yang di butuhkan terpenuhi, sedangkan jika kurang cahaya maka menggunakan cermin cekung karena berfungsi untuk mengumpulkan cahaya, Diafragma, berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk, Kondensor, kondensor berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk, alat ini dapat putar dan di naik turunkan, Meja mikroskop, berfungsi sebagai tempat meletakkan objek yang akan di amati, Penjepit kaca, penjepit ini berfungsi untuk menjepit kaca yang melapisi objek agar tidak mudah bergeser, Lengan mikroskop, berfungsi sebagai pegangang pada mikroskop, Kaki mikroskop, berfungsi untuk menyangga atau menopang mikroskop dan Sendi inklinasi, untuk mengatur sudut atau tegaknya mikroskop
IV. KESIMPULAN
· Mikroskop merupakan alat yang digunakan untuk melihat benda-benda yang sangat kecil dan tidak kasat mata
· Penemu mikroskop pertama kali adalah Antony Van Leuwenhoek
· Macam-macam mikroskop yaitu mikroskop cahaya, mikroskop electron, mikroskop medan gelap, mikroskop flouroscance dan banyak yang lainnya.
· Mikroskop terdiri dari lensa okuler, lensa objektif, tubus, pengatur kasar, pengatur halus,
Revolver, refraktor, diafragma, kondensor, meja objek, penjepit kaca objek, lengan dan kaki mikroskop.
DAFTAR PUSTAKA
Anonymous. 2011. Mikroskop. (http://id.wikipedia.org/wiki/Mikroskop) diakses tanggal 26 Mei 2011, jam 14:23
Avidianto, Devo P. 2011. Macam-macam Mikroskop. (http://devoav1997.webnode.com/news/macam-macam-mikroskop.htm) diakses tanggal 26 Mei 2011, jam 16:01
Irawiraman, Hadi. 2008. Sejarah Mikroskop. (http://hirawiraman.blogspot.com/2008/11/sejarah-mikroskop.html) diakses tanggal 26 Mei 2011, jam 15:04
Kadri. 2008. Sejarah Leuwenhoek dan Mikroskopnya.
(http://kadriblog.blogspot.com/2010/02/sejarah-leeuwenhoek-dan-mikroskopnya.htm) diakses diakses tanggal 26 Mei 2011, jam 15:41
Sulistyaindriani. 2010. Bagian-bagian mikroskop dan Fungsinya. (http://sulistyaindriani.wordpress.com/2010/07/12/bagian-bagian-mikroskop-dan-fungsinya) diakses tanggal 26 Mei 2011, jam 16:28
Tidak ada komentar:
Posting Komentar